Jangan asal 'klik' ya

hello :)

ternyata Allah masih sayang aku ya- dan semoga Allah selalu sayang aku. padahal aku nih banyaaaaaak betul dosanya :(
tau gak kenapa aku ngomong gini? tadi (sekitar jam 1 siang) aku, kak ninda, kak dini kehausan. jadinya kita mau ke lp(lapangan pemuda) yang ada pas didepan smansa.
awalnya kita mau langsung nyebrang. tapi jalanan lagi penuh banget. jadinya kita nunggu didekat trotoar. singkat cerita, ada anak SMA yang tiba" nyebrang dan akhirnya bapak" yang lagi naik motor itu kaget. dan kayaknya langsung ngerem mendadak. akhirnya terjadi kecelakaan motor beruntun. helmnya telepas, jadi kepalanya tebentur (semoga mereka gak papa, amin) ya allah gak tau apa jadinya kalau tadi aku ikutan nyebrang :"(

tujuan aku ngeposting kayak gini, sebenarnya mau ngingatkan tentang masalah bunyi 'klik' pada helm. nih salah satu artikel yang aku dapat:

Memastikan tali ikatan helm terikat kuat sampai bunyi klik memang harus dilakukan. Tapi jangan asal kuat, percuma kalau kuat tapi longgar atau justru mencekik leher. Sesuaikan juga jarak tali ikatan helm dengan dagu.

Untuk memastikan jangan sampai helm terlepas. Idealnya satu jari masih bisa dimasukan ke sela-sela antara dagu dan tali ikatan helm. Jarak ini tetap aman tapi nyaman karena mulut masih bisa bergerak

Salah satu cara untuk memastikan helm terikat kuat adalah dengan menarik helm bagian belakang ke arah depan, tentunya setelah tali pengikat dikaitkan. Jika helm tidak bisa terlepas artinya ikatannya sudah benar.

naaaaaah jadi jangan asal 'klik' ya,
ini demi keselamatan kita semua :)


-Alisha Hafsyari
Category: ,
Reaksi: 

0 komentar:

Post a Comment